Sabtu, 18 Februari 2012

LAPORAN OBSERVASI PENGEMBANGAN USAHA TAS “HEEJOU BAG”


Disusun Oleh :
Cahya Lestari (C14090010)
Reza Akbar Santoso (C14090015)
Cahyadin (C14090054)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sebagai tugas akhir pada mata kuliah kewirausahaan, Mahasiswa TPB IPB diwajibkan untuk membuat laporan observasi lapang pada jenis usaha yang dianggap unik. Kelompok kami memilih untuk mengamati usaha bengkel atau kerajinan tas. Jenis usaha ini tergolong usaha home industry yang tergolong unik. Nama usaha ini adalah “Heejou Bag (HB)”. Jenis usaha mandiri seperti inilah  yang bisa menggerakkan perekonomian suatu negara, karena selain padat modal juga padat karya. Suatu usaha bisa muncul jika kita mempunyai ide-ide kreatif untuk memulai usaha itu. Sebetulnya kita pun bisa menjadi wirausahawan  asalkan kita benar-benar mengamalkan jiwa-jiwa kewirausahaan dengan sungguh-sungguh. Kebanyakan para pengusaha yang sukses juga mempraktikkan jiwa-jiwa kewirausahaan seperti yang kita pelajari dari mata kuliah kewirausahaan.

Dengan hadirnya heejou bag, ternyata memberi warna berbeda untuk jenis-jenis tas. Dengan perubahan zaman yang menuntut para wanita untuk tampil simple, membuat tas ini banyak digemari. Kemudian usaha seperti ini juga membutuhkan pekerja yang mempunyai keahlian khusus, sehingga semakin meningkatkan SDM di daerah khususnya di Bogor dan nantinya akan mengurangi pengangguran di Bogor.

Kita sebagai mahasiswa yang telah dibekali ilmu kewirausahaan, diharapkan nantinya dapat mengubah pola pikir kita dari pekerja menjadi pembuat  lapangan pekerjaan. Kita diharapkan menjadi wirausahawan dengan keahlian yang kita pelajari di jurusan masing-masing selama kuliah. Dan bisa memberi perubahan yang positif bagi bangsa dan negara ini.


1.2 Tujuan

1.      Sebagai prasyarat tugas akhir mata kuliah kewirausahaan
2.     Mengetahui usaha-usaha yang ada di sekitar kampus IPB
3.      Membuka wawasan tentang ide-ide kreatif wirausahawan
4.      Menumbuhkan jiwa wirausaha dalam segala aspek kehidupan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kerajinan Tas sebagai Salah Satu Usaha Mandiri
Pada umumnya Generasi muda Indonesia tidak dibesarkan dalam budaya wirausaha. Perlu adanya upaya untuk mengubah kebiasaan yang telah menjadi adat ini dalam masyarakat Indonesia. Pemberian pendidikan wirausaha dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk menumbuhkan sikap berwirausaha tersebut.  Fenomena yang ada sekarang, lulusan perguruan tinggi dipandang sebagai lulusan yang akhirnya bekerja pada sektor formal, bukan menjadi pekerja mandiri. Namun, dalam kenyataannya, peluang kerja di sektor formal semakin menyempit. Perusahaan-perusahaan pun sudah tampil dalam bentuk yang membutuhkan tenaga kerja yang sedikit. Oleh karena itu, perlu adanya pendiddikan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha diantara mahasiswa dalam  menjawab tantangan pekerjaan nanti.
            Angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi harus dapat diminimalkan dengan adanya bekal dan semangat untuk menjadi wirausaha mandiri. Dengan adanya kemampuan dan semangat itu, diharapkan akan muncul wirausaha muda  mandiri yang nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Artinya, tidak hanya bergantung dari usaha orang lain, tapi sudah bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, minimal masyarakat di lingkungan daerahnya.
            Kemampuan para wirausaha muda dalam menciptakan suatu ide-ide usaha sangat dibutuhkan  negara Indonesia. Dikatakan demikian karena semakin kreatifnya seseorang tersebut dalam menciptakan suatu usaha, maka semakin besar peluang kesuksesan orang tersebut dalam menjawab tantangan dalam dunia perbisnisan. Selain itu, Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Perlu adanya upaya dalam memanfaatkan sumber daya alam itu secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas lewat pendidikan dan pengembangan jiwa wirausaha adalah faktor yang sangat menentukan keberlanjutan suatu ide usaha, yaitu manusia yang handal dan professional dalam bidangnya, memiliki kepedulian lingkungan dan kepekaan sosial yang tinggi, serta etika yang baik.
            Salah satu masalah yang masih menjadi kendala besar bagi Indonesia adalah adanya praktik perdagangan bebas yang membebaskan barang-barang luar negeri atau barang impor bebas masuk ke Indonesia. Hal itu akan menyebabkan barang-barang Indonesia kalah bersaing dengan barang-barang impor. Daya beli masyarakat Indonesia akan semakin merajalela dengan tidak terkendalinya sikap konsumtif masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi barang impor. Hadirnya wirausaha muda mandiri dan kreatif akan membantu menjawab praktik perdagangan bebas ini. Produk-produk yang dihasilkan selain untuk memenuhi masyarakat Indonesia, juga dapat diekspor dan akhirnya akan membantu penerimaan devisa negara.
            Pada pengamatan lapang kali ini, kelompok kami mengunjungi sebuah usaha kerajinan tas yang produknya banyak diminati oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Usaha kerajinan ini bernama “ Heejou Bag” yang sudah berdiri delapan bulan yang lalu. Pembuat ide keratif ini adalah tiga orang, yaitu Lia, Nisa, dan Gigin. Gigin adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor, sedangkan Nisa dan Lia adalah masyarakat setempat. Kerja sama ketiga orang ini ternyata membuahkan hasil yang sangat besar. Baik bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat sekitar, untuk mengefisiensikan tugas antara ketiganya, terdapat pembagian fungsi yang akhirnya masing-masing orang dapat dengan baik dalam menjalankan tugasnya. Bagian manajemen diambil alih oleh Gigin, bagian pengelola dan pemasaran oleh Lia dan Nisa.
            Heejou bag ini berlokasi di jalan Babakan Tengah No. 12, Darmaga-Bogor. Tempatnya sangat  terpencil, di sebuah rumah, oleh karena itu bisa disebut juga sebagai industry rumahan atau Home Industry. Ide kreatif dari seorang pengelola diaplikasiakan dalam kerajinan tas yang sangat digemari oleh mahasiswa IPB. Bentuk dan motifnya yang unik dan belum ada di pasaran semakin mendorong berkembangnya usaha ini. Sampai saat ini, sudah ada enam karyawan yang bekerja. Mereka bekerja dengan spesialisasi bidang pekerjaan yang mereka kuasai, ada yang menjahit, memotong, membordir, dan memberikan pola. Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan, pekerja tidak hanya berasal dari masyarakat setempat, tetapi ada pekerja yang berasal dari daerah lain. Syarat menjadi pekerja Heejou Bag ini juga tidak terlalu sulit, antara lain, mempunyai keahlian dalam menjahit. Namun, orang yang akan bekerja pada Heeou Bag akan diberi pelatihan terlebih dahulu, misalnya dalam penggunaan mesin jahit. Jam kerja antara jam 08.00 – 17.00, dengan waktu istirahat satu jam. Tidak ada lembur, meski ada orderan banyak.
            Dalam setiap usaha, pasti ada kendala yang dihadapi. Lia menjelaskan bahwa kendala yang sedang dihadapi adalah penncarian kain yang sulit. Kain yang biasa digunakan adalah kain levis, perca, wool, dan odorai. Dari ketiga kain tersebut, yang dirasa paling sulit adalah kain wool. Selain harganya yang relatif mahal, kain tersebut juga sudah langka. Kai-kain itu didapatkan dari Bandung dan Jakarta. Selain itu, lokasi yang terpencil juga menjadikan kendala dalam mempromosikan hasil kerajinan yang telah dibuat. Namun, semangat mereka untuk terus berkarya dan menciptakan sesuatu yang beda tak pernah surut. Hasilnya keuntungan yang mereka dapatkan lumayan besar untuk industri rumahan yang baru berdiri delapan bulan yang lalu ini, , yaitu sekitar 17-20 juta per bulan.
            Pemasaran kerajinan tas ini masih di sekitar daerah Bogor., misalnya di Botani Square dan baru-bari ini sudah dipasarkan lewat internet. Menurut Lia, mereka berkeinginan untuk memasarkakan kerajinan tas ini ke seluruh wilayah Indonesia. Minimal di kampus-kampus di Indonesia. Namun, usaha itu masih terus diupayakan dengan misalnya lewat mahasiswa yang mempromosikan dan mendistribusikan kerajinan tas tersebut di kampus-kampus temannya.



2.2 Pengembangan Ide-Ide Usaha
            Usaha yang telah dirintis oleh Lia, Nisa, dan Gigin tersebut sudah tergolong dalam usaha yang cukup maju dan patut dikembangkan. Dilihat dari peluang yang ada, sasaran konsumen ada pada remaja bahkan dewasa. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk segera mengembangkan usaha tersebut di berbagai daerah di Indonesia. Melihat dari kekurangan yang ada dalam usaha Heejou Bag, kelompok kami memiliki gambaran untuk mengembangkan ide usaha Heejou Bag tersebut  dari sisi penambahan produk, misalnya dengan membuat produk-produk seperti:
v  Tas punggung
v  Softcase
v  Dompet
v  Kotak pensil
v  Kursus atau les
Dengan adanya penambahan produk tersebut, diharapkan sasaran konsumen tidak hanya pada wanita, tetapi pria pun juga dapat mendapatkan dan memiliki produk dari Heejou Bag. Selain itu, diharapkan dapat memberi keuntungan maksimal pada pengelola  maupun pada masyarakat sekitar. Kelompok kami memasukkan kursus atau les dengan harapan dapat mengajarkan keterampilan yang yang dimiliki kepada orang lain. Dengan banyaknya usaha yang dikembangkan, akan memberi kesempatan pada masyarakat sekitar untuk bekerja dan terus mengembangkan kreasi yang dimilikinya.




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setiap usaha yang dilakukan pasti berawal dari sebuah ide atau pemikiran, Ide itu bisa didapatkan dari melihat keadaan di sekeliling, mendengar, dan merasakan. Jadi ide usaha adalah segala konsep pikiran dan pengetahuan, sebuah mental, pandangan, keyakinan, atau rencana dari kegiatan-kegiatan usaha. Untuk mendapatkan sebuah ide usaha kita haruslah mempunyai keinginan untuk menemukan dan mencari pemyelesaian yang berbeda dari suatu masalah dalam mencapai tujuan yang sama, agar ide usaha yang kita dapatkan itu bisa diterima oleh orang lain dengan tanggapan yang sesuai keinginan kita.
            Ibu Lia bersama dua orang temannya yang telah mendirikan usaha pembuatan tas dengan nama “Heejou Bag” ini adalah seorang entrepreneur  yang memiliki kemampuan sebagai wirausaha yang cukup handal, yang memiliki potensi untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar dan menguntungkan. Dalam bisnis pembuatan tas itu beliau tidak hanya sekedar membuat tas yang biasa saja, tetapi dengan jiwa berwirausaha yang dimilikinya itu beliau mampu membuat sebuah tas yang sangat unik. Dan hal itulah yang membuat bisnisnya sukses. Faktor lain yang membuat bisnisnya sukses adalah kejelian beliau dalam melihat kebutuhan pasar dan kesukaan konsumen.
 Setelah melakukan observasi lapang terhadap usahanya itu, kami dapat mengembangkan beberapa ide untuk kemajuan usaha “Hejou Bag” itu. Ibu Lia bersama dua orang temannya telah cukup berhasil mengembnagkan usaha ini. Omset yang diperoleh rata-rata perbulan adalah Rp. 17-20 Juta. Hal ini telah membuktikan bahwa beliau adalah seorang entrepreneur sejati yang telah berhasil dalam merealisasikan idenya itu.


Setelah melihat secara langsung dengan cara observasi lapang ternyata banyak orang yang sukses, kita sebagai mahasiswa haruslah dapat termotivasi agar nantinya kita janganlah menjadi seorang pekerja tetapi kita harus menjadi seorang yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan untuk mencapai kesuksesan itu, salah satunya dengan cara berwirausaha.
3.2 Saran
            Sebagai mahasiswa sikap yang harus dimiliki antara lain adalah Doers yang berarti segera bekerja, apabila sekali kita menetapkan langkah, sesegera mungkin kita menjalankannya. Hal ini juga sama artinya dengan Inisiatif yaitu segera memulai langkah kerja, dan jangan membuang waktu. selain itu juga kita harus berfkir kreatif yang berarti adanya keinginan untuk menemukan dan mencari penyelesaian yang berbeda dari suatu masalah untuk mencapai tujuan yang sama.
hal di atas seperti yang telah disampaikan oleh Ibu Lia yaitu, apabila kita mempunyai ide usaha harus langsung diaplikasikan, meskipun pada awalnya kita hanya sebatas untuk mencoba saja. Selain itu juga kita harus jeli dalam menumbuhkan dan mengembangkan ide. Misalnya dengan cara melihat keadaan di sekeliling kita, maka akan muncul keingintahuan untuk mencoba, dan kita juga harus yakin kalau kita pasti bisa.

 
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2009.Heejoubag.[terhubung berkala]http://heejoubag.blogspot.com.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar